SEJARAH DESA
Berdasarkan letak dan posisi Desa Gulon terbelah oleh Jalan besar jalan Propinsi Magelang- Yogyakarta tepatnya di 17 Km Jalan Magelang , Kecamatan Salam Kabupaten Magelang.
Secara geografis wilayah Desa Gulon sebelah timur dibatasi oleh Sungai Putih Desa Jumoyo, seblah Barat Sungai Blongkeng Kecamatan Muntilan kemudian dibelah oleh Sungai Jlegong Dan Sungai Clumprit. Sebelah Selatan Desa seloboro dan sebelah Utara
Arti nama Desa Gulon
GULON ( KAHULUNAN = ULUN – GULU-KEPALA )
Berbicara Sejarah Desa Gulon maka kita harus kembali pada sejarah Gunung Sari yang merupakan Situs Candi Sari yang berada di wilayah Desa Gulon.
CANDI GUNUNGSARI
Pada tahun + 732 Raja sanjaya dalam prasastinya menyebutkan candi Gunungsari dan Candi wukir ( Canggal ) yang merupakan satu wilayah yaitu Alas Kunjara Kunja ( Alas Gajah ) Candi sari Candi Kahulunan Candi Ratu ( Dewi Sri ) Dengan ciri ciri kebudayaan hindu.
Tata letak dan bentuk bangunan Candi Wukir sama dengan candi Gunungsari Cuma bedanya Candi Wukir mengahdap sinar matahari sedangkan candi sari menghadap barat ( matahari terbenam ) maka dinamakan candi putri.
Sebagai bukti pendudkung bahwa di kahuluan ( Gulon ) merupakan wilayah yang dipimpin oleh seorang ratu putri adanya beberapa peninggalan sebagai berikut :
Dibawah Candi sari ada belik / sendang Sri gati, Sendang Sri Mukti, Sendang Mananggis, sendang Sri Katon, Sendang Sri Sadono,Kali Setren ( kali Putri ).
Pertemuan Kali Blengkong Lamat ada Pasar Mati,menurut analisa setiap Gunung besar pasti ada pasar mati biasanya sebagai tempat menyediakan uborampe untuk sesaji
PROBOLINGGO ( Lingga yang bersinar )
Di probolinggo terdapat Candi sendang di Blumbang Gede yang merupakan sumber mata air yang dipergunakan oleh warga masyarakat sekitar. Dan tidak jauh dari tempat tersebut ke arah utara terdapat makam Gumuk tempat Pasarean Demang Gulon
DANGEAN ( Sendang Hyang ) terdapat 3 sendang merupakan sendang putri yang selamanya tidak pernah mati pada jaman dulu sebagai tempat untuk berobat ( sakit mata ) juga sebagai sebagai sumber penghidupan warga .
Masih satu alur yang menghubungkan Blumbang gede, Sendang Putri ada alur sungai/kali keputren /kali Setren yang bermuara di kali blongkong yang terletak di sebelah selatan Dusun Dangean.
KALI JELGONG
Merupakan alur sungai yang istimewa karena tidak untuk jalur lahar gunung merapi termasuk batuan paling kuno.
Hulu Sungai Jlegong berasal dari Salam sari kemudian melalui Gejayan - bringin- Gulon dan bagian hilir bertemu dengan Sungai Putih di Desa Seloboro.
Asal nama Jlegong –Lugong- silugong-silugonggo ( Sungai suci sungai yang disucikan ) pada jaman dulu setiap ada orang mati penyucianya dengan air sungai jlegong dengan mengambil 7 sumber.
Candi Gambiran ( Gambir anom )
Disekitar Dusun Gambiran Karanglo Tabang masih dijumpai serpihan atau potongan bagian candi.
KALI JUMPRIT (JUMENA PRITA YATNYA /SESAJI ) sendang Jumprit kali jumprit bermuara dengan Kali Putih
DUSUN NGEBONG ( Pengobongan )
Terdapat Candi tempat pembakaran mayat yang terletak di pertemuan antara Kali dari mandungan dengan Kali Blongkeng
KALI BLONGKENG
BLONGKENG – BLONG- BOLONG
Kali Blongkeng merupakan jalur lahar merapi yang lepas ( Blong ) sampai Kali Progo
Dusun Lojirejo
Pada Jaman Kolonial Belanda di wilayah Gulon terdapat Tempat pengawasan oleh Belanda dengan bangunan Loji oleh Tuan Standard maka Dusunya dinamai Dusun Stan kemudian dirubah menjadi LOJIREJO.( Loji adalah bangunan peninggalan Beanda Rejo artinya sejahtera )
Dan masih dalam rangka pengawasan oleh Belanda di wilayah Karanglo dibangun Gardu ( Nggerdu ) dan Jalur Patroli melewati Candi Gambiran ( Gambir anom )
Pada Jaman Kolonial Belanda wilayah Gulon dibagi empat wilayah yang dipimpin oleh seorang Lurah yang meliputi wilayah.
1. Ngasem
2. Nabin
3. Gatakan
4. Ngebong
Pada masa Belanda sekitar Th 1938 setelah perang Diponegoro empat Kelurahan tersebut digabung menjadi satu dengan Lurahnya R Prodjo Amidjojo ( Ndoro lurah ) yang bertempat tinggal di Dusun Gulon Setelah Ndoro Lurah terus diganti Pak Dollah Saudi menjabat sekitar Tahun 1942 s/d 1948 yang bertempat tinggal di Dusun Gatakan Setelah P Dollah berhenti terus diganti oleh Bp H. Noto harjono kurang lebih menjabat mulai Th. 1948 sampai dengan Th. 1985, kemudian melalui mekanisme pemilihan Kepala Desa sebagai Kepala Desa Gulon dijabat oleh Bp. Sadari Bsc, menjabat sampai dengan Th. 1995, setelah bapak Sadari, Bsc. ( Putra Bp H Notoharjono ) bertempat tinggal di Dusun Lojirejo habis masa jabatnya. melalui pemilihan kepala desa dijabat oleh Bp. Sutrisno yang bertempat tinggal di Dusun Nabin.Menjabat 2 kali Periode pertama Th. 1995 s/d 2003 Kemudian Periode kedua Th. 2003 s/d 2005, Kemudiann Th 2005 s/d 2006 dijabat PJ Kepala Desa Gulon dijabat oleh Ir Suyatno bertempat tinggal di Dusun Lojirejo, dilanjutkan PJ Kepala Desa oleh Bp. Kuswiranto 2006 s/d 2007 kemudian melalui mekanisme pemilihan Kepala Desa dijabat oleh Bp. Kuswiranto sebagai Kepala Desa sampai sekarang. Pada tanggal 29 Desember 2013 dilaksanakan Pesta Demokrasi Pemilihan Kepala Desa Bp. Nanang Bintartana dari Dusun Nabin terpilih sebagai Kepala Desa Gulon Periode 2014-2020 Dusun Lojirejo
Disusun berdasarkan permntaan Kecamatan untuk menggali sejarah wilayah Desa Gulon.
( Sumber ):
1. Bp. Muh Dollah Safari bertempat tinggal di Dusun Ngasem desa Gulon Usia 73 Th. Pensiunan Guru Matematika merupakan Juru Kunci Candi Sari / Candi Gunungsari )Lulusan Guru Matematika Santo Yosep Solo )
2. Bp. Supangkat merupakan Tokoh Masyarakat Dusun Gatakan bertempat tinggal di Dusun Gatakan.